Wamen Kemnaker Soroti Pentingnya Mitigasi Risiko Bagi Pekerja Migran Di Yunani

Sabtu, 29 November 2025

    Bagikan:
Penulis: Aqeela Inara
Setiap tahapan penempatan, mulai dari rekrutmen, pemberangkatan, masa kerja, hingga pemulangan, mengandung risiko yang harus dikelola secara komprehensif melalui sistem mitigasi yang melibatkan semua pemangku kepentingan secara kolaboratif.

Athena, Yunani – Guna mengantisipasi dan meminimalisir berbagai potensi risiko yang dihadapi oleh pekerja migran Indonesia, Wakil Menteri Ketenagakerjaan Christina Ariyani secara khusus membahas strategi mitigasi dalam pertemuannya dengan agensi penempatan di Yunani. Pendekatan pencegahan dinilai lebih efektif daripada sekadar menunggu masalah terjadi.

Risiko pada tahap pra-penempatan, seperti penipuan oleh calo dan pungutan liar, menjadi perhatian serius. Pemerintah Indonesia berkomitmen memperketat pengawasan di daerah asal, sementara agensi di Yunani diharapkan hanya bekerja sama dengan PJTKI yang telah tersertifikasi dan memiliki rekam jejak yang baik.

Selama masa kerja, risiko terbesar seringkali terkait dengan kondisi kerja dan pelanggaran kontrak. Untuk itu, dibutuhkan mekanisme pengawasan yang kuat, tidak hanya dari agensi penempatan, tetapi juga melalui peran aktif Perwakilan RI di Yunani dalam melakukan kunjungan rutin ke lokasi kerja.

Aspek kesehatan dan keselamatan kerja juga tidak luput dari pembahasan. Pekerja migran yang bekerja di sektor-sektor tertentu rentan terhadap kecelakaan kerja atau penyakit akibat kerja. Mitigasi yang diusulkan termasuk pelatihan K3 yang memadai sebelum berangkat dan asuransi yang komprehensif.

Risiko sosial dan budaya, seperti isolasi sosial dan diskriminasi, juga perlu diatasi. Agensi diharapkan dapat memberikan pembekalan budaya dan bahasa yang lebih intensif, serta memastikan pekerja memiliki akses untuk berkomunikasi dengan keluarga dan terlibat dalam komunitas Indonesia di Yunani.

Pada tahap pasca-kerja atau pemulangan, risiko terkait dengan reintegrasi menjadi fokus. Pemerintah Indonesia mendorong agar agensi turut memfasilitasi program pemulangan yang terencana, termasuk konseling dan pelatihan wirausaha bagi pekerja yang telah menyelesaikan kontraknya.

Sebagai langkah konkrit, akan dikembangkan sebuah sistem database terpadu yang dapat memantau pergerakan dan kondisi pekerja migran sejak dari daerah asal. Sistem ini diharapkan dapat menjadi alat early warning untuk mendeteksi secara dini adanya indikasi masalah.

Dengan diterapkannya strategi mitigasi risiko yang komprehensif dan terintegrasi ini, diharapkan tingkat kerentanan pekerja migran Indonesia di Yunani dapat berkurang secara signifikan, dan mereka dapat bekerja dengan tenang serta mencapai tujuan ekonomi mereka secara optimal.

(Aqeela Inara)

Baca Juga: TEKAD: Solusi Kementerian Desa Atasi Kesenjangan Pembangunan Indonesia Timur
Tag

    Bagikan:

Berikan komentar
Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.