SHIRAKAWA-GO - Gelombang kunjungan wisatawan selama musim gugur memberikan dampak ekonomi yang vital bagi kelangsungan hidup Desa Shirakawa-go sebagai situs warisan dunia. Pendapatan dari sektor pariwisata tidak hanya menopang perekonomian keluarga, tetapi juga menjadi sumber dana penting untuk pemeliharaan dan pelestarian rumah-rumah tradisional Gassho-zukuri yang membutuhkan biaya perawatan tinggi.
Sistem bagi hasil yang adil diterapkan di antara keluarga-keluarga yang terlibat dalam industri pariwisata. Setiap rumah yang dibuka untuk kunjungan wisatawan menyumbangkan sebagian pendapatannya untuk dana pemeliharaan kolektif. Dana ini digunakan untuk memperbaiki atap jerami, struktur kayu, dan fasilitas umum lainnya yang menjadi tanggung jawab komunitas.
Banyak generasi muda yang sebelumnya merantau ke kota besar kini memilih untuk kembali dan terlibat dalam pengelolaan pariwisata. Mereka membawa ide-ide segar tentang digital marketing dan sustainable tourism, sambil tetap menghormati kearifan tradisional yang diwariskan leluhur. Sinergi antara tradisi dan modernitas ini menjadi kunci keberlanjutan desa.
Pelatihan bahasa asing dan hospitality diberikan kepada masyarakat lokal untuk meningkatkan kualitas layanan. Pemerintah setempat bekerjasama dengan organisasi pariwisata Jepang menyelenggarakan berbagai program capacity building guna memastikan bahwa masyarakat dapat memberikan pengalaman terbaik bagi wisatawan tanpa mengorbankan nilai-nilai tradisional.
Penerapan konsep sustainable tourism menjadi prioritas utama. Jumlah pengunjung dibatasi, sistem reservasi diterapkan, dan aturan ketat diberlakukan untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dan budaya. Pendekatan ini memastikan bahwa Shirakawa-go dapat terus dinikmati oleh generasi mendatang tanpa kehilangan keasliannya.