Investasi IKFT Tumbuh Pesat, Siap Dorong Laju Pertumbuhan Ekonomi 2026

, 30 November 2025

    Bagikan:
Penulis: Dharma Sakti
Pertumbuhan investasi yang solid di sektor IKFT mencerminkan kepercayaan investor terhadap prospek industri manufaktur Indonesia.

Jakarta - Geliat investasi di sektor Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT) menunjukkan tren yang sangat positif dengan realisasi mencapai Rp 28,4 triliun pada triwulan pertama 2024. Angka ini mencerminkan kepercayaan investor terhadap ketangguhan dan prospek sektor industri Indonesia di tengah ketidakpastian global. Momentum investasi ini menjadi katalis penting untuk mendorong laju pertumbuhan ekonomi menuju 2026.

Komposisi investasi didominasi oleh perluasan kapasitas produksi dan modernisasi fasilitas. Perusahaan existing melakukan reinvestasi untuk meningkatkan kapasitas dan efisiensi, sementara investor baru membangun fasilitas produksi dengan teknologi terkini. Nilai investasi untuk mesin dan peralatan meningkat 35% dibanding periode sama tahun lalu.

Investasi asing tetap menjadi kontributor penting dengan share 58% dari total realisasi. Negara asal investor semakin beragam, tidak hanya dari Asia tetapi juga dari Eropa dan Amerika. Hal ini menunjukkan daya tarik Indonesia sebagai basis produksi regional.

Penyerapan tenaga kerja yang masif menjadi dampak positif dari geliat investasi ini. Proyek-proyek investasi baru menyerap lebih dari 85 ribu tenaga kerja selama konstruksi, dan diperkirakan akan menyerap 125 ribu tenaga kerja tetap saat operasional. Keterampilan tenaga kerja Indonesia menjadi faktor penarik investasi.

Distribusi investasi semakin merata ke luar Pulau Jawa. Kawasan Indonesia Bagian Timur mulai menjadi tujuan investasi, terutama untuk industri kimia berbasis sumber daya alam lokal. Kebijakan pemerintah untuk mendorong industrialisasi di luar Jawa mulai menunjukkan hasil.

Kualitas investasi terus meningkat dengan porsi untuk penelitian dan pengembangan yang bertambah. Banyak perusahaan mendirikan pusat inovasi dan laboratorium testing berstandar internasional. Kolaborasi dengan perguruan tinggi juga intensif dilakukan.

Dukungan infrastruktur menjadi enabler penting bagi pertumbuhan investasi. Kelanjutan pembangunan infrastruktur logistik, energi, dan kawasan industri mempermudah investor dalam menjalankan operasional. Keandalan pasokan listrik dan energi lainnya terus ditingkatkan.

Proyeksi investasi menuju 2026 sangat optimistik. Dengan berbagai kebijakan yang pro-investasi dan kondisi makroekonomi yang stabil, realisasi investasi di sektor IKFT diproyeksikan akan tumbuh rata-rata 12% per tahun hingga 2026.

(Dharma Sakti)

Baca Juga: Kinerja 31 Alat Berat Kementerian PUPR Dalam Operasi Tanggap Darurat Aceh
Tag

    Bagikan:

Berikan komentar
Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.