Wisata Kebugaran Menjadi Salah Satu Unggulan Pariwisata Republik Indonesia Di Osaka World Expo 2025

Kamis, 12 Juni 2025

    Bagikan:
Penulis: Ava Grace
(ANTARA/HO-Kementerian Pariwisata)

Kementerian Pariwisata menyatakan bahwa wisata kebugaran (wellness tourism) yang terdapat di Paviliun Indonesia menjadi fokus utama dalam promosi pariwisata Indonesia pada Osaka World Expo 2025.

"Pariwisata Indonesia memiliki berbagai jenis wisata minat khusus yang sangat pantas untuk mendapatkan perhatian lebih luas guna menarik lebih banyak kunjungan dari wisatawan minat khusus internasional," ujar Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar Ni Made Ayu Marthini dalam pernyataan resminya yang telah dikonfirmasi di Jakarta, pada hari Kamis.

Made menjelaskan bahwa Paviliun Indonesia akan hadir mulai tanggal 26 hingga 31 Mei 2025 dan akan menawarkan berbagai aktivitas promosi yang menarik. Dimulai dengan promosi produk pariwisata lokal.

Partisipasi aktif Indonesia dalam acara tersebut diyakini akan semakin meningkatkan profil serta eksposur pariwisata Indonesia di kancah internasional, terutama dalam aspek wisata minat khusus seperti wisata kebugaran, gastronomi, dan wisata laut.

"Partisipasi dalam acara ini tentunya dapat meningkatkan visibilitas produk wisata minat khusus kita di panggung internasional," ungkapnya.

Ia menyatakan bahwa Kementerian Pariwisata bekerja sama dengan rumah Atsiri Indonesia, Mustika Ratu, serta Taman Wisata Candi (TWC) untuk mempromosikan wisata kebugaran yang berbasis pada tradisi lokal, seperti minyak esensial, pengharum ruangan, parfum tradisional, hingga minuman jamu kemasan yang berhasil menarik sekitar 100 ribu pengunjung.

Bersama Rumah Atsiri Indonesia, Kementerian Pariwisata juga mengadakan workshop mengenai proses pembuatan produk Natural Body Mist tradisional Indonesia dengan tema "Essence of Indonesia: Crafting Memories through Aromatic Journeys" pada tanggal 29-31 Mei 2025.

Selama tiga hari pelaksanaan, workshop tersebut telah menarik perhatian banyak peserta dari berbagai negara, termasuk Jepang, Afrika Selatan, Hong Kong, India, dan lainnya.

Made melanjutkan, pemerintah juga menyelenggarakan "Business Matching Japan 2025" di Kota Tokyo dan Osaka pada tanggal 27 dan 29 Mei 2025.

Dari acara ini, sebelas industri pariwisata Indonesia berhasil dipertemukan dengan sekitar 30-40 perwakilan dari industri pariwisata Jepang.

Kegiatan ini dilaksanakan dengan kolaborasi bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Osaka, Garuda Indonesia Japan Office, serta ASEAN-Japan Centre (AJC).

Pelaksanaan kegiatan tersebut diperkirakan akan menghasilkan potensi devisa sebesar Rp142 miliar atau sekitar 8,68 juta dolar AS.

Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Mancanegara II Kemenpar, Yulia, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan langkah penting untuk mencapai target kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) Jepang ke Indonesia yang ditetapkan sebesar 395.000 kunjungan tahun ini.

"Kami berharap bahwa penyelenggaraan kegiatan semacam ini dapat berfungsi sebagai katalis untuk meningkatkan kunjungan wisman dari Jepang, yang ditargetkan mencapai 395 ribu kunjungan tahun ini," ujarnya.

(Ava Grace)

Baca Juga: Kesiapan Teknis: AirAsia Dan Citilink Siap Hadapi Inspeksi Airbus A320
Tag

    Bagikan:

Berikan komentar
Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.