Pariwisata yang berlebihan, atau yang dikenal sebagai overtourism, telah menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi pilihan destinasi wisatawan. Dalam beberapa tahun terakhir, isu ini semakin meningkat dan menimbulkan tantangan bagi penduduk lokal serta pengunjung. Berdasarkan studi terbaru, salah satu pulau paling terkenal di Eropa telah dinyatakan sebagai kota dengan tingkat pariwisata yang paling berlebihan. Kota-kota yang menjadi tujuan favorit wisatawan, seperti Spanyol, Portugal, Italia, dan Yunani, masih berjuang untuk mengelola jumlah pengunjung yang sangat besar. Venesia telah menerapkan pajak bagi pengunjung harian untuk mengendalikan pariwisata yang berlebihan, sementara Tenerife juga berencana untuk memperkenalkan pajak ekologi baru bagi wisatawan yang mengunjungi Taman Nasional Teide. Penduduk setempat pun turut berperan dalam mengatasi masalah ini. Tahun lalu, warga Barcelona menggunakan pistol air untuk membubarkan wisatawan yang berisik, sedangkan di Madrid, mereka memprotes kenaikan harga sewa akibat akomodasi sewa liburan. Kini, pariwisata berlebihan menjadi pertimbangan penting dalam merencanakan perjalanan. Beberapa tahun lalu, fokus hanya pada pemilihan destinasi, hotel, dan perencanaan anggaran, kini juga mencakup cara untuk menghindari masalah kelebihan turis di beberapa tempat wisata populer di Eropa. Menurut penelitian terbaru dari Which?, Zante, sebuah pulau di Yunani, dinyatakan sebagai ibu kota pariwisata berlebihan. Penelitian ini menggunakan data dari angka pariwisata Komisi Eropa (EC), yang mengukur di mana pariwisata berlebih paling umum terjadi dengan melihat rasio jumlah wisatawan per penduduk dan jumlah malam menginap. Zakynthos, yang lebih dikenal sebagai Zante, terkenal dengan kehidupan malam dan klub-klubnya yang meriah. Pulau Yunani yang terletak di Laut Ionia ini juga memiliki pantai-pantai berpasir putih yang menakjubkan dan perairan biru kehijauan.
Which? mencatat bahwa Zante hanya dihuni oleh 40 ribu penduduk tetap. Namun, pada tahun 2023, enam juta orang menginap di pulau ini, terutama di sepanjang pantai selatan, yang berarti ada 150 pengunjung untuk setiap penduduk. Meskipun Zante tidak memiliki jumlah pengunjung tertinggi secara absolut, rasio wisatawan terhadap penduduk lokal sangat mencolok. Umumnya, liburan di Zante dihabiskan bersama wisatawan lain, sementara toko, restoran, dan pengalaman budaya lebih ditujukan untuk pengunjung daripada penduduk setempat. Beberapa pengunjung di TripAdvisor mengeluhkan keramaian, dengan satu pengulas menyatakan, 'Lautnya dangkal, tetapi ramai. Banyak sampah dan puntung rokok di pasir sangat menyedihkan.' Pengulas lain menambahkan, 'Saat kami berkunjung, pantainya sangat ramai, deretan kursi berjemur. Semuanya terlalu komersial dan berisik.' Meskipun Zante tidak menerima sebanyak Malaga yang mencatat 85 juta pengunjung asing pada tahun 2023, pulau ini memiliki jumlah wisatawan yang sangat tinggi dibandingkan dengan jumlah penduduknya. Rory Boland, Editor Which?, menyatakan bahwa data penelitian terbaru menunjukkan pariwisata berlebihan telah membanjiri beberapa destinasi paling populer di Eropa. 'Dengan begitu banyak tempat fantastis di Eropa, sejujurnya, Anda akan mendapatkan liburan yang jauh lebih baik di destinasi yang jumlah wisatawannya tidak ratusan atau bahkan ribuan lebih banyak daripada penduduk lokal,' ujarnya, seperti dilansir dari Metro UK. Dia merekomendasikan untuk mengunjungi destinasi lain seperti Estonia, yang memiliki garis pantai yang menakjubkan dan cuaca hangat di musim panas. Atau jika ingin ke Spanyol, Murcia bisa menjadi pilihan yang tepat.