Google Menggunakan Teknologi AI Untuk Melindungi Pengguna Chrome Dari Penipuan

Senin, 12 Mei 2025

    Bagikan:
Penulis: Zidan Fakhri
(ANTARA/HO-Google Indonesia/am)

Google memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk melindungi pengguna peramban Chrome dari penipuan. Menurut laporan TechCrunch pada Kamis (8/5), perusahaan teknologi besar ini akan mulai menerapkan Gemini Nano, model bahasa besar (LLM) berbasis perangkat, di desktop untuk melawan penipuan daring di Chrome. Google juga memperkenalkan peringatan berbasis AI di Chrome untuk Android, yang bertujuan membantu pengguna mengenali notifikasi yang berpotensi spam atau menyesatkan. Google menyatakan bahwa mode Perlindungan Ditingkatkan pada Safe Browsing di Chrome memberikan tingkat perlindungan yang lebih tinggi terhadap phishing dan ancaman daring lainnya dibandingkan dengan mode Perlindungan Standar. Saat ini, Google menggunakan Gemini Nano untuk menambah lapisan perlindungan dari skema penipuan daring bagi pengguna mode Perlindungan Ditingkatkan. "LLM Gemini Nano sangat efektif karena kemampuannya dalam menyaring berbagai situs web yang kompleks, memungkinkan kami untuk lebih cepat beradaptasi dengan taktik penipuan yang baru," tulis Google dalam blognya. Google telah menerapkan alat pertahanan berbasis AI ini untuk melindungi pengguna dari skema penipuan dukungan teknis jarak jauh dan berencana untuk memperluas perlindungan ini ke perangkat Android serta meningkatkan cakupannya terhadap jenis penipuan lainnya.

Google mencatat bahwa risiko yang ditimbulkan oleh situs penipuan dapat meluas melampaui situs tersebut melalui pemberitahuan jika pengguna mengaktifkannya. Situs web berbahaya dapat memanfaatkan pemberitahuan untuk menipu pengguna, sehingga Chrome kini berupaya membantu pengguna dalam mengenali pemberitahuan yang berbahaya, spam, atau menyesatkan di Android. Ketika model pembelajaran mesin di perangkat Chrome menandai pemberitahuan sebagai potensi penipuan, pengguna akan menerima peringatan. Jika pengguna menilai peringatan tersebut tidak tepat, mereka dapat mengizinkan semua notifikasi dari situs itu. Google juga mengungkapkan bahwa mereka telah memanfaatkan AI untuk mendeteksi dan memblokir ratusan juta hasil pencarian yang terindikasi sebagai penipuan di Search atau Penelusuran setiap harinya dalam upaya melawan penipuan. Sistem deteksi penipuan berbasis AI milik Google telah berhasil mendeteksi 20 kali lebih banyak halaman penipuan dibandingkan sebelumnya, menurut perusahaan. Sebagai contoh, Google telah mengamati peningkatan pelaku kejahatan yang berpura-pura menjadi agen layanan pelanggan maskapai penerbangan dan menipu individu yang mencari bantuan. Perusahaan mengklaim telah mengurangi tindakan kejahatan semacam itu hingga lebih dari 80 persen, sehingga mengurangi kemungkinan pengguna menemukan nomor telepon penipu saat melakukan pencarian.

(Zidan Fakhri)

Baca Juga: Analisis Kelebihan Dan Kelemahan Grok AI Vs Pro Player League Of Legends
Tag

    Bagikan:

Berikan komentar
Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.