Medan, Sumatera Utara - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memberikan kepastian mengenai kondisi jaringan jalan tol di Provinsi Sumatera Utara dalam menyambut periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Seluruh ruas tol di wilayah ini dipastikan telah beroperasi secara normal, memberikan angin segar bagi para pemudik dan masyarakat yang akan melakukan perjalanan selama libur panjang. Kondisi ini merupakan salah satu pilar penting dalam strategi kesiapan infrastruktur konektivitas yang dijalankan pemerintah.
Perhatian khusus diberikan pada Ruas Tol Medan–Kualanamu–Tebing Tinggi. Ruas vital ini sebelumnya menerapkan rekayasa lalu lintas berupa sistem contraflow sejak tanggal 4 Desember 2025 untuk mengatasi kepadatan dan kebutuhan perawatan. Berdasarkan target yang ditetapkan, ruas tol tersebut direncanakan dapat kembali beroperasi normal sepenuhnya pada hari ini, tanggal 16 Desember 2025. Pemulihan operasi normal ini diharapkan dapat secara signifikan meningkatkan kelancaran arus kendaraan.
Tidak hanya ruas tersebut, sejumlah ruas tol utama lainnya juga dipastikan dalam keadaan optimal. Ruas Tol Medan–Binjai, Medan–Pangkalan Brandan, Medan–Sinaksak, serta Tebing Tinggi–Kisaran semuanya beroperasi dengan baik. Kesiapan ini dirancang untuk mendukung pergerakan masyarakat yang diprediksi akan meningkat tajam selama masa liburan Nataru, sekaligus menjadi alternatif yang cepat dan aman.
Baca Juga: Kementerian PU Jamin Layanan Kesehatan Di Aceh Tak Terputus Pascabencana Lewat Pemulihan RSUD
Kesiapan sektor tol ini merupakan bagian integral dari upaya besar Kementerian PU dalam memulihkan konektivitas pascabencana banjir dan tanah longsor. Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa pemulihan akses transportasi adalah prioritas, mengingat perannya sebagai urat nadi pergerakan masyarakat dan distribusi logistik, terutama menuju wilayah-wilayah yang terdampak.
Sementara tol beroperasi normal, perbaikan intensif terus dilakukan di jaringan jalan nasional non-tol yang mengalami kerusakan. Tercatat 194 titik longsoran tebing, 27 titik jalan putus, dan 57 titik jalan amblas menjadi target pemulihan. Hingga 15 Desember 2025, kemajuan pekerjaan telah mencapai 190 titik longsoran yang tertangani, 12 titik jalan putus yang diperbaiki, dan 55 titik jalan amblas yang dipulihkan.
Pada koridor-koridor tertentu seperti Tarutung–Sibolga, pekerjaan masih berlangsung intensif. Untuk mengatasi hal ini, pemerintah telah menyiapkan dan memperbaiki beberapa jalur alternatif menuju Sibolga. Masyarakat dapat menggunakan Jalan Nasional Sidikalang–Subulussalam–Barus–Sibolga atau Jalan Provinsi Doloksanggul–Pakkat–Barus–Sibolga, meski dengan batasan tertentu untuk kendaraan besar.
Kesiapan operasional juga diperkuat dengan penguatan sumber daya di lapangan. Sebanyak 85 petugas disiagakan di posko-posko dan 96 unit alat berat seperti excavator dan bulldozer siap dikerahkan jika terjadi gangguan. Kepala BBPJN Sumatera Utara, Hardy Pangihutan Siahaan, menegaskan bahwa semua upaya ini memastikan tidak ada kota atau kabupaten yang terisolir selama Nataru.
Dengan kombinasi antara operasi normal jalan tol, perbaikan intensif jalan nasional, dan penyediaan rute alternatif, Kementerian PU berkomitmen penuh untuk menciptakan pengalaman perjalanan yang aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat Sumatera Utara dalam menyambut perayaan Natal dan Tahun Baru