Dampak Sosial-Ekonomi Bandung Zoo, 100 Pedagang Ikut Terdampak Penutupan

Jumat, 19 Desember 2025

    Bagikan:
Penulis: Faisal
Humas Bandung Zoo sebut lebih dari 100 pedagang kehilangan nafkah, sementara karyawan harus siaga dan beli pakan mandiri untuk rawat 711 satwa selama penutupan. (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi)

Bandung - Krisis yang melanda Bandung Zoo memiliki dampak domino yang meluas ke sektor sosial dan ekonomi. Penutupan kebun binatang tersebut selama empat bulan tidak hanya mengancam kesejahteraan satwa, tetapi juga menghilangkan mata pencaharian ratusan pedagang dan karyawan. Fakta inilah yang mendorong para karyawan untuk melakukan demonstrasi ke kantor Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat.

Dalam audiensi dengan BBKSDA Jabar, Humas Bandung Zoo, Sulbar Syafi'i atau Sulhan, menyampaikan keluh kesah yang sesungguhnya. Ia menekankan bahwa masalahnya jauh lebih besar dari sekadar kebun binatang yang tutup. "Bukan hanya satwa, 100-an pedagang dan orang yang cari nafkah di Bandung Zoo terdampak," ujar Sulhan, menggambarkan skala dampak dari sengketa yang terjadi.

Para pedagang tersebut kehilangan sumber pendapatan utama mereka sejak pengunjung tidak lagi bisa masuk ke Bandung Zoo. Sementara itu, para karyawan yang berdemonstrasi harus tetap bertahan dengan situasi yang tidak pasti. Mereka bahkan masih harus datang dan siaga setiap hari, mengeluarkan biaya dari kocek pribadi untuk membeli pakan agar satwa-satwa yang mereka rawat tidak kelaparan.

Baca Juga: Pengaruh Konflik Kamboja-Thailand Terhadap Arus Wisatawan Regional Ke Angkor Wat

Besarnya biaya operasional menjadi beban berat di tengah tidak adanya pemasukan. Sulhan mengungkapkan bahwa untuk memberi makan 711 satwa saja, diperlukan dana sebesar Rp415 juta setiap bulannya. Biaya sebesar ini menjadi tanggungan yang sangat berat tanpa adanya aliran pendapatan dari tiket pengunjung atau aktivitas ekonomi lain di dalam kompleks.

Atas dasar keprihatinan inilah, tuntutan utama dari aksi demonstrasi adalah agar Bandung Zoo segera dibuka kembali. Para karyawan berharap pengunjung dapat masuk dan melihat fasilitas, sehingga roda perekonomian di sekitar kebun binatang dapat kembali berputar. Namun, Humas BBKSDA Jabar, Ery Mildranaya, menegaskan bahwa proses pembukaan harus mengikuti jalur hukum yang sedang berjalan.

Meski tuntutan pembukaan belum dapat langsung dipenuhi, demonstrasi tersebut membuahkan hasil konkret untuk aspek yang paling mendesak. BBKSDA Jabar menyatakan kesediaannya untuk memberikan bantuan pakan bagi satwa-satwa Bandung Zoo. Bantuan ini akan meringankan beban finansial yang selama ini ditanggung secara mandiri oleh karyawan.

Kepala BBKSDA Jabar dikabarkan segera berangkat ke Jakarta usai audiensi untuk bertemu dengan pejabat Kementerian Kehutanan. Langkah ini menunjukkan adanya upaya serius untuk mengkoordinasikan solusi yang tidak hanya menyelesaikan persoalan pakan, tetapi juga mendorong penyelesaian sengketa secara keseluruhan.

Dengan demikian, aksi karyawan Bandung Zoo telah berhasil menyoroti krisis multi-dimensi ini. Mereka tidak hanya memperjuangkan nasib satwa, tetapi juga keberlangs hidup ratusan keluarga yang bergantung pada ekosistem ekonomi Bandung Zoo, mengingatkan semua pihak akan tanggung jawab sosial di balik sebuah sengketa bisnis.

(Faisal)

    Bagikan:
komentar